Skip to content
ICCT.asia ICCT.asia

  • Home
  • Bandung & China
  • About Us
  • Contact Us
ICCT.asia
ICCT.asia

  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
Ep

Membujuk Manufaktur Rp.2000 T Pindah Kota

Avatar photo Helmi Himawan, 19 June, 202619 June, 2026

Pada awal 2000-an, wajah paradoks kota ini semakin jelas. Penduduk melimpah, lokasi geografis strategis di jantung daratan, tetapi industri teknologi bernilai tinggi hampir tidak ada. Pemerintah daerah mulai menyadari sesuatu yang mendesak: mereka tidak bisa selamanya bergantung pada “ekspor manusia”. Industri harus dibawa datang, bukan manusianya yang terus dikirim pergi.

Industrialisasi tidak selalu harus dimulai dari laboratorium canggih. Kadang-kadang yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca kebutuhan industri dan keberanian untuk bergerak lebih dulu daripada daerah lain. Zhengzhou membuktikan itu — dan dari sanalah sebuah kota yang dulu hanya dikenal sebagai pengirim buruh mulai menulis babak baru sejarahnya sebagai salah satu pusat manufaktur teknologi terpenting di dunia.

Continue Reading
Ep

Lanzhou: Menyulap Ratusan Bukit Tandus Menjadi Kawasan Industri Teknologi Tinggi

Avatar photo Helmi Himawan, 13 June, 202619 June, 2026

Proyek raksasa ini dinamakan Lanzhou New Area. Ribuan alat berat, buldoser, dan ribuan pekerja dikerahkan ke lokasi. Tugas mereka hanya satu: meratakan lebih dari 700 bukit tanah tandus. Miliaran meter kubik tanah dipindahkan untuk mengisi lembah-lembah di sekitarnya hingga membentuk sebuah dataran raksasa seluas ratusan kilometer persegi.

Banyak kritikus internasional awalnya skeptis dan menjuluki proyek ini sebagai calon “kota hantu” (ghost town) baru di China—sebuah kota megah yang dibangun tetapi tidak memiliki penghuni. Namun China memiliki rencana jangka panjang yang sangat matang untuk Lanzhou New Area. Kawasan ini tidak dirancang sebagai kawasan permukiman biasa, melainkan sebagai pusat industri strategis bernilai tinggi.

Continue Reading
Ep

Hunting Teams Kota Hefei, Anhui

Avatar photo Helmi Himawan, 6 June, 20267 June, 2026

Ketika Sun Jinlong — seorang Doktor Ekonomi — menjabat sebagai pemimpin kota, ia memutuskan untuk tidak menunggu investor datang. Ia merekrut hampir seribu SDM terbaik, melatih mereka bukan dengan protokol birokrasi melainkan dengan analisis industri global, lalu mengirim mereka ke Shenzhen, Shanghai, dan Guangzhou untuk berburu startup secara langsung. Pasukan ini — yang dikenal sebagai Hunting Teams — menghabiskan minimal dua ratus hari per tahun di luar kota.

Yang membuat mereka berbeda bukan semangatnya, tapi cara mereka masuk ke ruang CEO. Tim dari kota-kota lain datang membawa brosur berisi foto pejabat dan tabel diskon pajak. Tim Hefei datang membawa laporan analisis rantai pasok industri yang tebalnya menyaingi riset bank investasi papan atas. Mereka tahu persis di mana titik lemah startup tersebut, berapa biaya logistik yang bisa dipangkas jika pindah ke Hefei, dan berapa lulusan USTC bidang spesifik yang tersedia setiap tahunnya. Mereka tidak menjual kota — mereka menjual solusi bisnis.

Continue Reading
Ep

Guizhou, (Dahulu) Provinsi Termiskin di China

Avatar photo Helmi Himawan, 29 May, 202630 May, 2026

Pada 2014, Gubernur Chen Min’er duduk di hadapan peta Guizhou dan mengajukan pertanyaan yang tidak mudah: Apa yang dimiliki Guizhou yang tidak dimiliki provinsi lain? Bukan pelabuhan, bukan jalan tol, bukan cluster industri yang sudah mapan. Yang ada hanyalah pegunungan, sumber air yang melimpah, dan udara yang sejuk sepanjang tahun.

Dari sana lahir sebuah lompatan logika yang sederhana namun berani. Data center — tulang punggung ekonomi digital — adalah mesin yang sangat haus energi dan sangat sensitif terhadap panas. Ia butuh listrik murah dan pendinginan konstan. Guizhou punya keduanya secara alami: suhu tahunan rata-rata 15°C yang memangkas biaya pendingin udara lebih dari separuh, ditambah pembangkit listrik tenaga air yang melimpah dari sungai-sungai pegunungan.

Continue Reading
Ep

Scenario-Based Policy

Avatar photo Helmi Himawan, 20 May, 202622 May, 2026

Banyak teknologi paling menjanjikan abad ini terjebak dalam apa yang disebut para ekonom sebagai Valley of Death — Lembah Kematian Inovasi. Universitas mampu menciptakan prototipe komunikasi 6G, robot humanoid berbasis AI (embodied AI), antarmuka otak-komputer (brain-computer interface), hingga taksi terbang listrik (eVTOL). Namun industri enggan membelinya.

Alasannya sederhana namun mematikan: teknologi-teknologi itu belum memiliki pasar yang matang, regulasi yang jelas, atau rekam jejak keselamatan di lapangan. Tidak ada yang mau menjadi pembeli pertama dari sesuatu yang belum pernah terbukti. Akibatnya, hasil riset brilian terkubur di lemari arsip laboratorium.

Continue Reading
Ep

Sistem Riset Industri China dan Lahirnya Produk Teknologi Tinggi

Avatar photo Helmi Himawan, 16 May, 202616 May, 2026

Melalui strategi ini, pemerintah memberikan insentif pajak dan subsidi besar bagi perusahaan yang memiliki stasiun riset. Ini membuat industri teknologi China mulai bergeser dari manufaktur rendah (low-tech) ke arah manufaktur menengah-tinggi (mid-to-high tech). Perusahaan-perusahaan ini mendapatkan status “High-Tech Enterprise” yang memberikan potongan pajak penghasilan badan dari 33% menjadi hanya 15%. Hal ini menciptakan siklus di mana riset tidak hanya menghasilkan teknologi, tapi juga keuntungan finansial langsung bagi perusahaan.

Continue Reading
  • 1
  • 2
  • …
  • 4
  • Next
@icct.asia

Apakah benar teknologi China sudah unggul di dunia? ini pendapat Amerika Serikat sendiri. #china #chinatechnology #teknologichina

♬ original sound - ICCT - ICCT
@icct.asia

Project 211 dan 985 Usaha untuk menjadi world class university di China. Apakah Rp 18 trilliun (USD 2,2 milyar di tahun 2000) itu besar? Pada tahun 1995, saat project 211 mulai, pendapatan fiskal China sekitar USD 75,2 miliar, jadi hanya 3% dari pendapatan negara. Tahun 2017 saat program Double First-class Plan dimulai, pendapatan China sudah mencapai USD 2,69 trilliun (salah satu faktornya adalah ekspor produk teknologi, hasil investasi di pendidikan tinggi). Otomatis anggaran peningkatan kualitas pendidikan tinggi juga segede gaban di 2017. Sebagai perbandingan estimasi pendapatan fiskal Indonesia di 1995 sekitar USD 30,2 miliar. Tahun 2017 menjadi USD 118 miliar. Orang bilang, saat yang paling tepat menanam pohon adalah 70 tahun yang lalu. Tetapi kalau dulu kita lupa menanam, saat terbaik adalah sekarang. #chinatechnology #teknologichina #china #project211

♬ original sound - ICCT - ICCT
©2026 ICCT.asia